Menu

Sabang-Hakim Tinggi Pengawas dan Pembinaan MS Aceh melakukan Pembinaan dan Pengawasan di MS Sabang, yang berlangsung dari tanggal 18 s.d 20 Mei 2016. Tim Pengawas tersebut terdiri dari Dra.Hj.Lisdar (Hakim Tinggi MS Aceh), MIrza,S.H,MH (Kabag Perencanaan dan Kepegawaian MS Aceh), Jainal Tabrani,SH,MH (Kasubbag Rencana Program dan Anggaran), Saifannur,S.Ag (Kasubbag Umum Dinas Syariat Islam Aceh) dan Jubaiti,A.Md (Staf Pelaksana MS Aceh).

Dalam pembinaan tersebut yang menjadi fokus perhatian dan pembinaan adalah perkara jinayat mulai dari penerimaan perkara sampai dengan pelaksanaan eksekusi, di samping itu pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelengkapan berbagai jenis buku register perkara jinyat. Tim binwas juga memonitor sinkronisasi perkara jinayat ke SIPP-Mahkamah Agung dan dalam pemeriksaan tersebut seluruh tahap mulai dari penerimaan perkara sampai dengan putusan sudah terintegrasi dengan baik.

Sementara itu Ketua Mahkamah Syar’iyah Sabang Drs.Zulfar didampingi Panitera Fauzi,S.Ag dan Sekretaris  Marwan S.Ag dalam penjelasannya kepada Tim Pengawas tersebut memberikan masukan dan pendapat bahwa untuk pelaksanaan persidangan perkara jinayat saat ini meskipun telah mempunyai  gedung yang cukup bagus tetapi belum dilengkapi dengan sarana yang memadai, seperti tidak adanya ruang tahanan dan ruang tunggu jaksa serta ruang sidang khusuu perkara jinayat.

Menanggapi hal tersebut Kasubbag Umum Dinas Syariat Islam Aceh Saifannur,S.Ag menyatakan bahwa masukan-masukan dan saran-saran dari Ketua MS Sabang terhadap kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya persidangan perkara jinayat akan disampaikan kepada Pimpinan Dinas Syariat Islam Aceh supaya ada alokasi anggaran pada tahun 2017 nantinya. Dalam kesempatan yang sama Mirza,S.H,MH selaku Kabag Perencanaan dan Kepegawaian MS Aceh menyampaikan supaya dalam penyusunan anggaran untuk tahun 2017 nantinya harus disertai dengan data dukung dan skala prioritas yang lengkap, sehingga alokasi anggaran sesuai dengan yang diharapkan. (fzi)

ISTILAH HUKUM

PANITERA
seseorang yang bertugas mencatat dan mengurusi urusan/berkas-berkas persidangan perceraian

KETUA PA/MS
seseorang yang memimpin/mengepalai lembaga Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyah

KETUA MAJELIS
seseorang yang mengetuai para Hakim dalam suatu sidang

HAKIM ANGGOTA
seseorang hakim yang menjadi Hakim anggota dalam satu kelompok majelis

PENGGUGAT
seseorang (istri) yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama

TERGUGAT
seseorang (suami) yang digugat cerai di Pengadilan Agama

PEMOHON
seseorang (suami) yang mengajukan permohonan cerai talaq pada istrinya di Pengadilan Agama

TERMOHON
seseorang (istri) yang diajukan permohonan cerai talaq oleh suaminya

CERAI GUGAT
berkas/surat cerai yang diajukan oleh si istri kepada suaminya

CERAI TALAQ
berkas/surat permohonan suami utk mengucapkan talaq agar dapat bercerai dengan istrinya

JAWABAN
berkas/surat tanggapan dari si Tergugat (Termohon)

REPLIK
berkas/surat dari Penggugat (Pemohon) tentang tanggapan dari adanya Jawaban Tergugat (Termohon)

DUPLIK
berkas/surat dari Tergugat (Termohon) tentang tanggapan dari adanya Replik si Penggugat (Pemohon)

SIDANG SAKSI/PEMBUKTIAN
sidang dimana para pihak (Penggugat/Tergugat) memperlihatkan bukti-bukti dan membawa saksi-saksi untuk mendukung dan membuktikan dalil-dalil dalam surat/berkas proses cerainya.

KESIMPULAN
berkas/surat dari para pihak untuk menyimpulkan surat-surat berkas-berkas yang telah diserahkan pada pengadilan.

PETITUM
permintaan yang diajukan oleh para pihak

HAK PEMELIHARAAN ANAK
adalah hak yang diperebutkan oleh para pihak untuk mendapatkan hak memelihara anaknya

HARTA GONO GINI
adalah harta yang dihasilkan selama masa perkawinan

NAFKAH IDAH
nafkah yang diberikan mantan suami kepada mantan istrinya setelah bercerai, dimana nafkah itu diberikan selama masa idah setelah bercerai

MUT'AH
adalah pemberian (kado) terakhir dari mantan suami kepada mantan istrinya sebagai adanya akibat perceraian

NUSYUS
adalah keadaan dimana si suami atau istri meninggalkan kewajibannya sebagai seorang suami atau istri

SYIQAQ
adalah suatu alasan cerai yang disebabkan adanya perselisihan yang terus menerus atau adanya perbedaan prinsip yang sangat mendasar yang tidak mungkin disatukan/didamaikan kembali

VERSTEK
adalah putusan sidang tanpa sama sekali hadirnya si Tergugat (Tergugat tidak pernah datang menghadiri sidang walaupun sudah dipanggil dengan layak oleh pengadilan)

ONLINE SUPPORT

altfree html hit counter

PIMPINAN

LINK WEBSITE

PENGUNJUNG

Go to top